FIRMA

FIRMA

 

  1. 1.  Pengertian Firma

Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh beberapa orang dimana pada umumnya para pendiri sekaligus pemilik merangkap manajemen. Tujuan pendirian firma biasanya menghendaki adanya usaha yang lebih luas dan permodalan yang lebih kuat dibanding perusahaan perorangan. Perusahaan berbentuk firma biasanya didirikan oleh orang-orang yang sudah saling kenal mengenal dan percaya mempercayai. Factor tersebut menjadi landasan pokok untuk bekerja bahu membahu secara efektif dan efisien. Biasanya kerja sama seperti itu merupakan kerja sama dari kelompok kecil dari anggota 2-7 orang.

Kerja sama dalam Firma merupakan kerja sama dari bermacam-macam resources yang merupakan input bagi perusahaan, seperti madal, keahlian dan ketrampilan, dan lain-lain. Biasanya masing-masing angota Firma menyumbangkan paling sedikit dua unsur yaitu  modal dan keahlia/ketrampilan dengan proporsi yang bermacam-macam. Dengan kerja sama dalam Firma maka modal yang dikumpulkan menjadi lebih besar, keahlian yang digunakan lebih banyak dan lebih terpadu sehingga diharapkan penggunaanya akan lebih efektif dan efisien dalam usaha mencari keuntungan.

Keanggotaan Firma di bagi menjadi dua:

  1. Anggota aktif (Active Partner), yaitu anggota yang secara aktif  ikut menjalankan Firma.
  2. Anggota Pasif (Silent Partner), yaitu anggota atau pemilik yang secara organisasi tidak langsung menangani operasi sehari-hari (biasanya hanya menanamkan modal dan biasa disebut Sleeping Partner).

 

  1. 2.  Persekutuan Firma formasi Dan operasi

Persekutuan firma (partnership) didefinisikan srbagai asosiasi antara dua atau lebih individu sebagai pemilik untuk menjalankan perusahaan dengan tujuan mendapatkan laba. Persekutuan firma adalah kaitan atau hubungan yudiris yang timbul dari perjanjian sukarela antara beberapa pihak yang bersangkutan, baik secara lisan maupun tertulis atau tersirat dari tindakan pribadi sekutu bersangkutan.

 

  1. A.      SIFAT PERSEKUTUAN FIRMA

Bentuk persekutuan firma digunakan secara luas, sebagaimana halnya dengan bentuk perseroan terbatas. Banyak bentuk persekutun firma yang hanya merupakan asosiasi dari dua individu saja, akan tetapi ada juga persekutuan firma dapat berupa perusahaan kecil yang menjual barang atau jasa pada satu lokasi atau dapat berupa perusahaan besar yang mempunyai cabang-cabang atau kantor-kantor dibanyak lokasi yang berbeda, jenis kedua ini termasuk kantor akuntan dan kantor pengacara yang mempunyai cabang atau kantor di seluruh negeri.

  1. 1.         Keagenan atau Perwakilan Bersama

Masing-masing sekutu menjadi agen atau wakil dari persekutuan firma untuk tujuan usahanya. Tindakan seorang sekutu selalu mengikat persekutuan firma asalkan tindakan itu masih berada dalam batas-batas wewenangnya yang tersurat ataupun tersirat.

  1. 2.         Umur Terbatas

Oleh karena persekutuan firma menyatakan kaitan atau hubungan yang timbul dari perjanjian antar beberapa pihak yang bersangkutan, maka setiap perubahan dalam hubungan ini  akan mengakhiri perjanjian itudan membubarkan persekutuan firma tersebut.

  1. 3.         Tanggung Jawab Tak Terbatas

Tanggung jawab seorang sekutu tidak terbatas pada jumlah investasinya. Individu yang menandatangani perjanjian dengn sebuah “asosiasi perorangan“ dapat menuntut pada perorangan yang tersendiri membayar klaim mereka jika harta benda persekutuan firma tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan klaim seperti itu.

  1. 4.         Pemilikak Kepentingan Dalam Persekutuan Firma

Harta benda yang diinvestasikan dalam persekutuan firma tidak lagi dimiliki secara terpisah oleh masing-masing sekutu, melainkan menjadi milik asosiasi perorangan yang berbentuk persekutuan firma. Pihak yang menginvestasikan harta dan bendanya dalam persekutuan firma menyerahkan haknya untuk menikmati dan menggunakan secara tersendiri atas harta benda tersebut.

  1. 5.         Partisipasi (Keikutsertaan) dalam Laba Persekutuan Firma

Masing-masing sekutu ikut serta dalam memperoleh pembagian laba persekutuan firma. Seorang sekutu dapat setuju untuk menerima pembagian laba persekutuan firma sebagai imbalan dari jasa-jasa yang diberikan atau untuk penggunaan harta benda tertentu

  1. B.       PERSEKUTUAN FIRMA SEBAGAI ASOSIASI PERORANGAN DAN SEBAGAI KESATUAN USAHA YANG TERPISAH

Persekutuan Firma didefinisikan seabagai asosiasi antara individu-individui. Persekutuan ini didirikan berdasarkan persetujuan antara pihak-pihak yang bersangkutan, dan persekutuan firma tidak berlaku apabila persetujuan itu berakhir. Akan tetapi dalam tujuan tertentu, persekutuan firma merupakan suatu kesatuan usaha yang terpisah.

  1. C.      PEMILIHAN ANTARA BENTUK PERSEKUTUAN FIRMA DAN PERSEROAN TERBATAS

Apabila bebeapa individu memutuskan untuk menyatukan sumber daya mereka dalam suatu usaha tunggal, maka mereka harus memilih antara bentuk persekutuan firma atau perseroan terbatas. Posisi relative pajak penghasilan kedua bentuk ini juga perlu dipertimbangkan. Menurut undang-undang pajak penghasilan yang berlaku. Undang-Undang pajak penghasilan mengharuskan persekutuan firma mengirimkan laporan informasional, yang berisi iktisar mengenai kegiatan usaha persekutuan firma dan menunjukan distribusi pendpatan diantara para sekutu. Faktor pajak penghasilan baik yang diterapkan dalam keadaan normal maupun merupakan ketetapan maupun pilihan pada keadaan tertentu.

 

  1. D.      JENIS PERSEKUTUAN FIRMA

Persekutuan firma dikelompokan sebagai persekutuan firma dagang dan persekutuan firma non dagang serta terdiri dari persekutuan firma umum, persekutuan firma terbatas dan perusahaan saham patungan.

 

 

  1. 1.      Persekutuan Firma Dagang dan Non Dagang

Kegiatan utama  ini memproduksi  atau menjual an dan membeli disebut persekutuan firma dagang, sedang persekutuan non dagang  firma yang didirikan dengan tujuan utuk meberikan jasa-jasa. Pemisahannya yaitu yang artinya untuk menentukan wewenang seorang sekutu dalam bertindak atas nama peusahaan.

  1. Persekutuan Firma Umum Dan Terbatas

Pesekutuan firma umum adalah persekutuan firma dimana semua sekutu boleh bertindak secara umum atas nama perusahaan dan masing-masing sekutu dapat bertanggung jawab atas kewajiban perusahaan.Undang-undang sebagian besar Negara Amerika Serikat menginginkan pendirian suatu persekutuan firma terbatas.

  1. Perusahaan Saham patungan

Persekutuan firma dapat didirikan dengan  struktur modal dalam bentuk saham pindah tangan. Organisasi ini disebut perusahaan saham patungan. Pemilikannya dapat dibuktikan dengan sertifikat saham dan kepada orang yang bersangkutan diberi hak untuk ikut serta dalam mengelola perusahaan. Pemindahan saham tidak mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan tanggungan dalam sekutu tadak terbatas, sama halnya dengan persekutuan firma umum. Dengan demikian perusahaan saham patungan mempunyai ciri-ciri persekutuan firma dan perseroan terbatas.

 

  1. E.       AKTE PERSEKUTUAN FIRMA

Persekutuan firma atau singkatnya firma didirikan dengan persetujuan yang harus mencakup semua unsur penting yang dibutuhkan dalam perjanjian, yamg bersifat memeksa. Persetujuan  ini disebut akte persekutuan firma. Akte persekutuan firma harus mengandung semua ketentuan yang berkaitan dengan pendirian fima. Akte ini harus menguraikan dengan lengkap dan jelas persetujuan yang telah dicapai seperti beikut:

  1. Nama persekutuan firma, pihak-pihak yang bersangkutan dalam persetujuan dan lokasi perusahaan.
  2. Tanggal mulai berdirinya firma dan jangka waktu perjanjian.
  3. Sifat serta ruang lingkup perudahaan dan lokasi.
  4. Investasi oleh masing-masing sekutu dan nilai yang diyetapkan atas investasi tersebut.
  5. Hak, wewenang, dan kewajiban sekutu juga batasan-batasan berdasarkan otoritas para sekutu.
  6. Buku-buku serta pemikiran firma dan tahun fiksal yang digunakan.
  7. Rasio pembagian laba atau rugi, yang meliputi ketentuan-ketentuan khusus untuk menentukan selisih dalam investasi dan sumbangan jasa.
  8. Beban dan kredit  bungan khusus yang berkaitan dengan investasi para sekuu, dan imbalan khusus yang diberikan atas jasa para sekutu tersebut.
  9. Investasi dan pengambilan prive sekutu-sekutu setelah firma didirikan dan penangannannya dalam perkiraan.
  10. Asuransi jiwa atas sekutu dan penanganan premi asuransi, perolehan kembali polis dan sebagainya.
  11. Prosedur-prosedur khusus untuk menyelesikan kepentingan sekutu atas pengunduran diri atau meninggalnya sekutu.
  1. F.       KEPENTINGAN DALAM MODAL DAN PEMBAGIAN LABA

Masalah akuntansi yang khas pada persekutuan firma yang menyangkut pengukuran kekayaan pemilikan atau  kepentingan masing-masing sekutu dalam perusahaan. Persekutuan ini harus dipisah dari haknya dalam perusahaan.

Contoh:

A dan B mendirikan sebuah firma. Masing-masing sekutu menanamkan aktiva dan akan menerima kredit sebesar $ 30.000 dan $ 10.000 untuk setoran modal atau penyertaan mereka. Kedua sekutu ini setuju untuk membagi rata rugi-laba. Kegiatan pengeluaran diikhtisarkan sebagai berikut:

Aktiva bersih             Modal A                   Modal B

Investasi…..                     $40.000                    $30.000                     $10.000

A memiliki kepentingan $30.000 dalam perusahaan yang mempunyai jumlah modal sebesar $40.000; kepentingan A dapat dinyatakan sebagai ¾ atau 75%. Kepentingan B adalah $10.000, yang merupakan ¼ atau 25%.

Dimisalkan persekutuan firma berikutnya menghasilkan laba bersih sebesar $25.000, perkiraan persekutuan firma ini akan melaporkan angka-angka berikut ini:

Aktiva bersih             Modal A                  Modal B

Investasi ……….              $40.000                   $30.000                   $10.000

Laba bersih……..                25.000                     12.500                    12.500

Total…. ………..             $ 65.000                   $42.500                  $22.500

Persetujuan antara A dan B menetapkan bahwa laba harus dibagi rata. Oleh karena itu, kepentingan modal kedua sekutu meningkat sebesar $12.500. Telah terjadi perubahan tidak saja dalam jumlah kepentingan mereka, namun juga dalam kaitan mereka antara satu dengan yang lain, yang tidak lagi dalam propeksi 3:1. Namun, perubahan dalam kepentingan baik mutlak maupun relative, tidak mempengaruhi rasio rugi-laba. Kedua sekutu akan terus berbagi rata dalam rugi-laba perusahaan mereka di waktu mendatang. Jika saat ini terjadi likuidasi dan aktiva perusahaan dicairkan menurut nilai bukunya, maka A berhak atas sejumlahg $42.500 dan B $22.500.

  1. G.      PENCATATAN INVESTASI SEKUTU

Arti penting penilaian yang layak terhadap aktiva yang ditanam kan oleh para sekutu tidak dapat dibesar-besarkan.kenaikan dan penurunan nilai aktiva tersebut yang harus ditetapkan untuk  masing-masing sekutu  hanyalah kenaikan dan penurunan nilai yang berlaku selama masih berdirinya persekutuan firma.

 

  1. H.      LABA DAN RUGI DIBAGIKAN DENGAN MEMBERIKAN BUNGA ATAS MODAL SEKUTU

Pembagian laba dalam rasio modal tidak akan menjadi pembagian yang adil karena alasan –alasan sebagai berikut:

1)      Investasi hanya menyatakan salah satu dari factor-faktor yang memungkinkan keberhasilan firma dan persetujuan mengenai pembagian laba harus menetapkan factor ini.

2)      Dalam halnya dengan kerugian  maka sekutu dengan investasi yang lebih besar akan menanggung bagian rugi yang lebih besar tanpa penetapan setoran modalnya yang khusus.

 

  1. I.         LABA DAN RUGI DIBAGI DENGAN MEMBERIKAN GAJI ATAU BONUS KEPADA SEKUTU

Untuk menetapkan perbedaan dalam sumbangan pribadi (kemampuan dan pengalaman sekutu) dan factor lainnya yang memungkinkan keberhasilan perusahaan, mungkin disetujui bahwa para sekutu akan diberi gaji, dengan soldo laba atau rugi setelah gaji di bagi dengan rasio tertentu yang sama.

Contoh:

A dan B setuju untuk memberikan gaji tiap bulan masing-masing sebesar $1.500 dan $1.250; saldo laba atau rugi harus dibagi sama. Jumlah yang sebenarnya diambil oleh masing-masing sekutu selama tahun itu dicatat dalam perkiraan prive. Laba sebesar $36.000 sebelum penetapan pemberian gaji dibagikan kepada para sekutu denagan ayat-ayat jurnal sebagai berikut:

Ikhtisar rugi-laba …………………………………………………. $33.000

Prive A……………………………………………………..               $18.000

Prive B……………………………………………………..                 15.000

A: gaji untuk 12 bulan @ $1.500 ………….. .       $18.000

B: gaji untuk 12 bulan @$1.2500…………..        $ 15.000

Total gaji yang harus diberikan …………… $ 33.000

Ikhtisar Rugi-Laba …………………………………………………$ 3.000

Prive A ……..……………………………………………….              $ 1.500

Prive B……..………………………………………………….              1.500

Saldo awal dalam perkiraan ikhtisar rugi-laba $36.000

Dikurangi penyisihan untuk gaji……………..  33.000

Saldo yang dapat dibagi rata ….……………. $ 3.000

Ayat-ayat jurnal di atas ini dapat diikhtisarkan dalam satu ayat jurnal berikut :

Ikhtisar  Rugi-Laba …………………………………………    $36.000

Prive A ………………………………………………….                       $ 19.500

Prive B ………………………………………………….                          16.500

Apabila persetujuan menetapkan gaji atau tanpa sarat, maka pembagian gaji harus dilakukan walaupun laba tidak cukup untuk menutup gaji atau timbul kerugian.

  1. J.    LAPORAN PERUBAHAN PERKIRAAN MODAL SEKUTU

Neraca dan perhitungan rugi laba untuk persekutuan firma disertai dengan laporan yang ketiga, yang melaporkan perubahan dalam kepentingan para sekutu selama periode itu.

Contoh laporan perkiraan modal sekutu:

FIRMA A dan B

Laporan Perubahan Perkiraan Modal Sekutu

Untuk tahun yang berakhir per 31 Desember 1989

A

B

Total

Modal 1 Januari 1989

Investasi Modal Tambahan

Dikurangi pengambilan modal

Saldo

Laba bersih untuk tahun itu

Dikurangi pengambilan prive

Modal 31 Desember 1989

$50.000

10.000

$70.000

10.000

$120.000

20.000

$60.000 $80.000

5.000

$140.000

5.000

$60.000

19.200

$75.000

16.800

$135.000

36.000

$79.200

6.000

$91.800

19.000

$171.000

25.000

$73.000 $72.000 $146.000

 

  1. 3.    PERSEKUTUAN FIRMA PEMBUBARAN OLEH PERUBAHAN DALAM PEMILIKAN
  2. A.    Kondisi yang menimbulkan pembubaran
    1. Pembubaran oleh tindakan sekutu

Tidakan ini dapat menimbulkan pembubaan meliputi:

1)      Pencapaian waktu dan penyelesaian tujuan.

2)      Persetujuan yang saling saling menguntungkan.

3)      Pengunduran diri seorang sekutu.

  1. Pembubaran Karena Ketentuan Undang-Undang

Dikarenakan adanya hal sebagai berikut:

1)      Kematian seorang anggota firma.

2)      Kepailitan seorang sekutu atau persekutuan firma iti sendiri.

3)      Setiap kejadian yang mengakibatkan  perusahaan tidak sah lagi untuk bergerak.

4)      Perang terhadap negeri seoang  anggota yang menjadi penduduk negeri itu.

  1. Pembubaran oleh keputusan pengadilan

Pengadilan dapat memutuskan pembubaran karena terbukti timbul hal-hal sebagai berikut:

1)      Seorang sekutu tidak waras atau tidak mampu menyelesaikan sebuah masalah.

2)      Sikap seorang sekutu merugikan perusahaan yang sedang dijalani.

3)      Perselisian intern diantara para srkutu.

4)      Kelanjutan perusahaan tidak mungkin  lagi menguntungkan.

5)      Alas an alas an lain yang tidak menyebabkan pembubaran dianggap adil.

  1. B.     AKUNTANSI UNTUK PEMBUBARAN

Masalah yang timbul yang berkaitan dengan pembubaran firma:

  1. Penerimaan seorang sekutu baru.
  2. Pengunduran diri seorang sekutu.
  3. Kematian seorang sekutu.
  4. Menjadikan persekutuan firma sebagai perseroan terbatas.
  1. C.    PENERIMAAN SEORANG SEKUTU BARU

Seorang bila dikatakan diterima sebagai sekutu baru hanya dengan kesepakatan semua sekutu. Penerimaan yang demikian menimbulkan asosiasi baru dari perorangan dan  ini merupakan pembentukan persekutuan firma baru. Firma yan baru di dirikan ini dapat terus menggunakan buku dan catatan dari perusahaan semula, tetapi saldo perkiraan tertentu pada umumnya perlu dinilai kembali.seorang sekutu yang baru masuk biasanya menyetorkan aktiva untuk memperoleh kepentingan dalam persekutuan firma yang baru didirikan, akan tetapi firma dapat diterima sebagai sekutu tanpa  menyetor investasi dan tanpa penetapan kepentingan modal.

Perolehan kepentingan lewat pembelian  yaitu apabila seorang mempunyai wewenang untuk menjual sebagian atau seluruh kepentingannya dalam persekutuan firma,dan apabila seorang memperoleh sebagian atau seluruh kepentingan seorang sekutu dalam perusahaan, maka kepentingan yang diperoleh dicatat sebagai modal sekutu yang baru dan modal sekutu yang menjual kepentingannya dikurangi dengan jumlah yang sama.

  1. Perolehan Kepentingan Lewat Pembelian

Seorang sekutu mempunyai wewenang untuk menjual sebagian atau seluruh kepentingannya dalam persekutuan firma. Jika semua sekutu setuju untuk menerima seseorang pembeli kepentingan sebagai sekutu, maka hal ini akan membubarkan persekutuaan firma yang lama dan menciptakan persekutuan firma baru.

Contoh: A dan B adalah dua orang sekutu masing-masing dengan modal sebesar $30.000 dan laba dibagi rata. C membeli ½ dari kepentingan B dengan harga $18.000. A setuju untuk menerima C sebagai sekutu. Buku persekutuan firma yang lama terus digunakan oleh firma A, B, dan C yang baru. Satu-satunya ayat jurnal yang dibutuhkan dalam buku ini adalah:

Modal B ……………………………………..$15.000

Modal C ………………………….………………$15.000

Ayat jurnal ini di buat terlepas dari jumlah yang dibayar oleh Ckepada B. total modal persekutuan firma tetap sebesar $60.000. A mempunyai kepentingan sebesar 50% dalam perusahaan yang baru, B sebesar 25% dan C 25%.

  1. Perolehan Kepentingan Lewat Investasi

Apabila seseorang memperoleh kepentingan dengan melakukan investasi, maka aktiva dan modal persekutuan firma akan bertambah.

Contoh: D dan E mempunyai modal masing-masing sebesar $20.000 dan $10.000 dan membagi rata laba. Aktiva itu dinilai dengan layak , kemudian F diterima sebagai sekutu baru dengan investasi sebesar $12.000. laba dan rugi firma yang baru dibagi rata. Buku persekutuan firma awal tetap digunakan untuk perusahaan yang baru. Investasi F dicatat sebagai berikut:

Kas ……………………………………………..$12.000

Modal F ……………………………………………..$12.000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: